Posted by: agungsyaban | 23 Nopember, 2007

MOUNT OF LOVE THEORY, Studi kasus awal mencinta dan dicintai

Cinta itu buta? mmh…. kata beberapa orang. Tapi ga jarang juga yang mengatakan cinta itu Melek. Itu sih hak sapa aja yang punya pendapat, karena hidup mereka, yaa… mereka yang menjalani. Tidak setiap pendapat orang baik buat dia, atau sebaliknya, tidak setiap pendapat kita baik untuk orang lain. Di sini saya sedikit memberikan, apa ya?, semacam teori dalam bercinta. Kaitannya sama yang baru mau memulai memaknai cinta.
Saya menamai teori saya ini MOUNT OF LOVE THEORY atau Teori Gunung Cinta. Menarik? Terserah anda lah yang menilainya. Seperti kalimat awal di atas. Ini hanya pendapat yang belum tentu cocok untuk anda. Syarat utama bisa memulai teori ini adalah rasa keimanan yang baik kepada Allah SWT. Karena cinta yang asalnya memang anugrah Allah SWT terkadang diselimuti oleh hawa nafsu negatif yang berasal dari bisikan syaitan.
Cinta.. apa ya? Kata beberapa temen, klo ada cinta hatinya dag-dig-dug. Apalagi klo deket sama yang dicinta. Saya bilang, “Itu mah jantung lagi berdetak, fren”. halah… ngaco aja dah. Tapi apa iya seperti itu? Bisa saja terjadi apalagi buat yang baru memulainya.
Ketika ada seseorang yang menarik hatinya, terkadang kondisi itu muncul. Jika memang efeknya positif, misalnya kerja jadi rajin, prestasi tambah bagus, itu ga jadi masalah. Gimana klo efeknya negatif? Tidur ga nyaman, kerja berantakan, sama temen jadi ga jelas. Wah… kacau. Klo dah gini, sapa yang rugi? Pasti yang sedang mabuk cinta. Iya ga?
Oke… saya coba mulai menerangkan teori ini. Jangan lupa menyiapkan secangkir kopi/teh/susu hangat dan sedikit makanan kecil. Buatlah diri anda senyaman mungkin, karena logika harus tetap berperan.

Leave a response

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Kategori